05 May 2014

Cara Tepat Untuk Pengungkapan Emosi

Mungkin di Indonesia, pengungkapan sebuah emosi apalagi dari seorang anak kepada orang tua masih terlihat tabu. Apabila seseorang mempunyai emosi negatif yang diredam tetapi tidak di lepaskanya dengan sesuai itu akan sangat berbahaya dan memungkinkan menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak. 


Efek yang lebih parahnya adalah bisa menjadi sumber gangguan kejiwaan. Maka dari itu, emosi perlu di ungkapkan atau dikeluarkan dengan cara yang benar. Yang perlu diperhatikan adalah pengungkapan sebuah emosi tidak dengan merusak apa yang ada di sekeliling kita,tentunya tidak menimbulkan kerugian untuk didir sendiri dan orang lain, bisa ambil contoh : dengan membanting barang, merusak rumah, memukuli orang dll.

Misalkan ini terjadi pada orang dewasa , berdoalah kepada Tuhan, cari seseorang yang bisa mendengarkan dan memberikan solusi untuk masalah kita dengan baik, setelah semua itu pasrahkan kepada Tuhan. Insya Alloh, dengan kita berdoa dan pasrah kepada Alloh, kita akan diberikan ketenangan. Saat pikiran kita mulai tenang, biasanya kita akan bisa menemukan solusi untuk menyeleseikan masalah yang kita alami.

Sebagai orang tua yang baik, tentunya kita ingin anak-anak kita bisa mengungkapkan setiap permaslahan yang ia hadapi (dalam Konteks anak) kepada kita sebagai orang tua, karena dengan begitu kita bisa tahu sejauh mana perkembangan anak kita dan apa saja yang mereka butuhkan. Sangant dianjurkan bagi kita orang tua untuk bisa melatih anak mau mengungkapkan emosinya dan supaya bisa mengungkapkan dengan baik, kita sebagai orang tua juga harus mau  belajar mendengarkan apa yang anak kita keluhkan kemudian memberikan respon yang tepatdan baik.

Ini adalah contoh bagaimana mendorong anak untuk mengeluarkan emosinya :
Apabila anak kita lupa mematikan Laptopnya. Kemudian apa yang terjadi, Ibu memarahi anak tersebut sehinga anak merasa sedih dan akhirnya menangis.

Kebiasan yang terjadi di lingkungan kita, Memang belum terbiasa manakala seorang anak ingin mengungkapkan perasaan atau emosinya seperti ini :

"Ibu, Manda sedih kalau ibu marah sama manda. Manda tidak sengaja dan benar lupa tidak matiin Laptop. Manda kesel kalau ibu marah-marah sama Manda"

Alangkah baiknya apabila kita sebagai orang tua bisa  mendengarkan dan berusaha mengerti perasaan mereka. Dalam pikiran saya bagaimana mungkin mereka bisa belajar peduli terhadap perasaan orang lain ataupun perasaan orang tua, bila ternyata melihat orang tuanya juga tidak mau peduli terhadap perasaan mereka sebagai anak.

Saya rasa ini sangat bagus untuk kita renungkan untuk tumbuh kembang anak kita sehingga mereka kelak mempunyai karakter yang baik serta menonjol dalam prestasi. Semoga bermanfaat.
Post a Comment